Debat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian debat adalah pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.
Debat secara umum akan menghilangkan berkah. Telah disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari, dari hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
أَبْغَضُ الرِّجَالِ إِلَى اللَّهِ الأَلَدُّ الْخَصِمُ
“Orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang paling keras debatnya.” (HR. Bukhari, no. 4523; Muslim, no. 2668)
Yang dimaksud orang yang paling dibenci di sini adalah orang yang berdebat dengan cara yang keras
UNSUR UNSUR DEBAT
Di dalam suatu debat terdapat beberapa unsur, antara lain yaitu :
- Mosi, yaitu hal atau topik yang diperdebatkan.
- Tim Afirmatif yaitu tim yang setuju terhadap hal yang diperdebatkan (mosi).
- Tim Negatif / Oposisi yaitu tim yang tidak setuju / menentang mosi.
- Tim Netral yaitu tim yang memberikan argumen 2 sisi, baik dukungan maupun sanggahan terhadap mosi.
- Moderator yaitu orang yang memimpin dan memandu jalannya debat.
- Penulis yaitu orang yang menulis kesimpulan suatu debat
CIRI CIRI DEBAT
- Terdapat dua sudut pandang, yaitu affirmatif (pihak yang menyetujui mosi / topik) dan negatif atau oposisi (pihak yang tidak menyetujui topik),
- Adanya suatu proses saling mempertahankan pendapat antara kedua belah pihak,
- Adanya saling adu argumentasi atau pendapat yang bertujuan untuk memperoleh kemenangan,
- Adanya sesi tanya jawab yang bersifat terbatas dan bertujuan untuk menjatuhkan pihak lawan,
- Adanya pihak yang berperan sebagai penengah yang biasanya dilakukan oleh moderator.
JENIS DEBAT
1. Debat parlementer / majelis (assembly or parliamentary debating)
2. Debat pemeriksaan ulangan untuk mengetahui kebenaran pemeriksaan terdahulu (cross-examination debating)
3. Debat formal, konvensional, atau debat pendidikan (formal, conventional, or education debating)
STRUKTUR DEBAT
1. Perkenalan masing masing tim pro dan kontra
2. Penyampaian argumentasi
3. Keaimpulan debat
4. Hasil debat di putuskan melalui voting
- Terdapat dua sudut pandang, yaitu affirmatif (pihak yang menyetujui mosi / topik) dan negatif atau oposisi (pihak yang tidak menyetujui topik),
- Adanya suatu proses saling mempertahankan pendapat antara kedua belah pihak,
- Adanya saling adu argumentasi atau pendapat yang bertujuan untuk memperoleh kemenangan,
- Adanya sesi tanya jawab yang bersifat terbatas dan bertujuan untuk menjatuhkan pihak lawan,
- Adanya pihak yang berperan sebagai penengah yang biasanya dilakukan oleh moderator.
JENIS DEBAT
1. Debat parlementer / majelis (assembly or parliamentary debating)
2. Debat pemeriksaan ulangan untuk mengetahui kebenaran pemeriksaan terdahulu (cross-examination debating)
3. Debat formal, konvensional, atau debat pendidikan (formal, conventional, or education debating)
Etika Debat
Seorang yang tergabung dalam tim debat baik pro, kontra, maupun tim netral harus menjunjung etika atau norma dalam bertanya dan berdebat. Etika bertanya dalam debat yaitu bersungguh-sungguh dalam mencari data, tidak menguji pembicara, pertanyaan langsung menuju ke fokus permasalahan, mengajikan pertanyaan-pertanyaan khusus, menghindari cara berpikir yang salah, tidak menyangkutpautkan prasangka emosional ketika bertannya, dan menunjukkan sikap wajar
1. Perkenalan masing masing tim pro dan kontra
2. Penyampaian argumentasi
3. Keaimpulan debat
4. Hasil debat di putuskan melalui voting
Tidak ada komentar:
Posting Komentar